PDIP : Mendukung Ahok adalah opsi terakhir partai memenangkan pemilu DKI
Jakarta - Memang ada peluang PDIP kembali mengusung Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI. Namun demikian mengusung Ahok
hanya jadi opsi ketiga untuk partai banteng moncong putih.
"Kalau
soal Pilkada DKI kemarin mekanisme partai kita jalankan dengan
melakukan penyaringan terhadap kader-kader dari 27 yang ikut fit and
proper test kita kerucutkan menjadi enam nama jadi kluster pertama itu
kluster yang ikut dalam penyaringan di DPP," kata Ketua DPP PDIP Andreas
Hugo Pareira kepada wartawan, Minggu (24/7/2016).
Opsi kedua
buat PDIP adalah mendorong kader internal mereka maju Pilgub DKI. Ada
nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sampai Wagub DKI Djarot Saiful
Hidayat yang dijagokan oleh banyak elite PDIP.
"Klaster kedua
adalah kader partai yang tidak ikut penjaringan tapi partai punya
catatan kinerja mereka. Di sini ada Bu Risma, Pak Djarot, juga nama lain
yang didorong masyarakat," kata Andreas.
Opsi ketiga barulah
mengusung Ahok di Pilgub DKI. Itu pun dengan berbagai pertimbangan
penting, termasuk kepastian Ahok tak maju lewat jalur independen.
"Klaster
ketiga itu kita lihat dinamika masyarakat dukungan terhadap dukungan
figur-figur di masyarakat yang bukan kader yang mengikuti fit and proper
test. Pak Ahok kan ada dalam klaster itu. Yang kita lihat ini klaster
strategis punya peluang tapi masih harus dibicarakan di partai," kata
Andreas.
"Yang jelas jalurnya jalur partai. PDIP tidak akan mendukung calon perseorangan," tegasnya.
0 komentar