Latest Posts


PT AstraHonda Motor (AHM) kembali mencari bakat-bakat muda dalam ajangAHMBestStudent (AHMBS). Sebanyak 69 calon pengusaha muda dari siswa-siswi setingkat SMA se-Indonesia berkompetisi memaparkan ide dankreativitasnya menawarkan inovasi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungannya. AHM Best Student 2016 menyaring siswa-siswi terbaik tingkat SMA melalui proses seleksi ketat yang dilakukan oleh jaringan main dealer sepeda motor Honda di seluruh Indonesia. Sebanyak 573 peserta dari 301 sekolah mengikuti seleksi tahun ini. Namun, terpilihlah 69 finalis yang telah memaparkan karya tulis bertema entrepreneur.
Karya mereka dinilai dari sisi keunikan ide wirausaha, proses perencanaan, proses eksekusi jual beli, laporan keuangan, hingga skema mempertahankan dan mengembangkan usahanya.
Beberapa ide wirausaha muncul dari semangat membangun daerah. Salah satunya adalah ide siswa Bengkulu Selatan yang membuat tas dari limbah labu kayu sebagai cenderamata khas daerah. Aelain itu, ada juga ide siswa Denpasar membuat Boreh Bali Aroma Terapi untuk mempopulerkan kembali pengobatan tradisional Bali, hingga ide siswa Jambi untuk membuat lotion anti nyamuk khas Jambi dari limbah biji duku.
Inspirasi wirausaha para peserta AHMBS juga muncul di bidang kuliner. Dari Makassar, muncul ide membuat es krim dari sayuran, dari Yogyakarta ada ide inovasi menu bakpia yang dibuat dari daun kelor, dari Semarang terdapat ide kreatif pembuatan kerupuk dari kulit mangga, dari Selat Panjang Riau lahir ide pembuatan mie sagu.
Selain itu, dari ranah teknologi pertanian dan peternakan juga muncul perhatian para siswa yang tercermin dalam ide pembuatan pupuk dari enceng gondok di Banjarbaru dan pupuk dari kulit kerang di Jakarta. Dari Payakumbuh muncul pula ide pembuatan biogas dari kotoran ayam.
Deputy Head of Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan, program AHM Best Student tahun ini diproyeksikan untuk mendorong lahirnya geerasi muda kreatif yang bisa memberikan manfaat buat sesama. Program ini diharapkan dapat mengeksplorasi ide wirausaha muda dengan segala inovasi dan keunikannya, sekaligus menjadi sarana saling bertukar dan memperkaya pengetahuan antarsiswa.
"Kami ingin membekali anak-anak pilihan ini dengan pengetahuan dan motivasi yang akan mendorong mereka untuk bermimpi dan menghasilkan ide dan karya-karya yang bermanfaat untuk masyarakat dan bangsa. Alhamdulillah, tahun ini kami dapat menfasilitasi mereka untuk berdialog langsung dengan Pak Habibie (B.J. Habibie), salah satu putra terbaik bangsa yang sudah mendedikasikan dirinya untuk kemajuan bangsa," ujar Muhib di Jakarta, Minggu (7/8/2016).
Untuk semakin memperkaya siswa untuk menjadi pengusaha yang mampu berkontribusi bagi sesama, AHM Best Student juga menggelar diskusi dengan M. Alfatih Timur. Kehadiran sociopreneur muda yang menjadi inspirasi penggerak perubahan sosial ekonomi masyarakat melalui program crowdfunding ini diharapkan dapat menginspirasi siswa untuk menghasilkan karya yang bermanfaat muat bangsa


Mataram -Disaat membuka gelaran MTQ Nasional ke-26 di Mataram, NTB, Presiden Joko Widodo menyatakan pentingnya Indonesia mengambil peran sebagai pusat keilmuan Islam. Karena itu, Presiden sudah meneken Perpres pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia.

"Sudah saatnya Indonesia menjadi sumber pemikiran Islam dunia, menjadi sumber pembelajaran Islam dunia. Negara lain harus juga melihat dan belajar Islam di Indonesia karena Islam di Indonesia sudah seperti resep obat yang paten yakni Islam yang moderat. Sedangkan kalau kita lihat negara-negara lain masih mencari-cari formulanya," kata Jokowi saat membuka MTQ Nasional ke-26 di Islamic Center, Mataram, NTB, Sabtu (30/7/2016).

Oleh karena itu, Presiden mendambakan sebuah institusi pendidikan Islam bertaraf internasional berdiri di Indonesia. Perpres pendirian universitas Islam internasional pun telah diteken Jokowi.

"Saya sudah mengeluarkan Perpres tentang pendirian universitas Islam internasional, harapan saya universitas ini akan menjadi sumber ilmu, sumber kajian Islam, sumber cahaya moral Islam dan benteng bagi tegaknya nilai-nilai Islam yang berkeseimbangan, Islam yang toleran, dan Islam yang egaliter," jelas Presiden.

Melalui MTQ, Jokowi berharap nilai-nilai Alquran bisa lebih membumi di negeri Indonesia. Ketika amalan-amalan Alquran sudah dipegang teguh umat Islam, maka Indonesia yang damai dan sejahtera akan bisa terwujud.

"Saya memiliki harapan MTQ yang telah membudaya di tengah masyarakat kita selain berkembang dari segi syiar dan kualitas penyelenggaraannya juga dapat mewarnai wajah umat Islam dan bangsa Indonesia. MTQ harus mampu membumikan Al-Quram sehingga lebih mudah dipahami dan dilaksanakan oleh masyarakat kita," tegasnya.
Mengenal Maria, Sang Peraih Medali Emas di Olimpiade Biologi Internasional
Jakarta - Tidak pernah terbesit dalam benak siswi SMA Kharisma Bangsa, Maria Patricia Inggriani bisa membawa medali emas dari International Biology Olympiad (IBO) di Aarhus, Denmark. Berkompetisi dengan 241 siswa dari 61 negara diakuinya bukanlah hal mudah seperti membalikkan telapak tangan.

Meski sudah banyak mengantongi prestasi di berbagai lomba tingkat nasional dan internasional, namun tidak membuat anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Suryawan (52) dan Ninik (51) ini jumawa. Seperti anak-anak pada umumnya, Maria tetap sempat merasa gelisah.

"Nggak nyangka karena ada tes praktikum dan teori. Pas praktikum oke, tapi pas teori aku sakit perut. Sebelahku suka ketok-ketok (meja) jadi keganggu, tapi nggak tahu kenapa malah dapat nilai tinggi," cerita Maria saat membagi pengalamannya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (20/7/2015).

"Teman-teman sangat membantu. Ini semua karena teman-teman juga," imbuhnya.

Diakui Maria, adapun kompetitor terberatnya adalah peserta asal Amerika Serikat, Korea, Singapura dan Taiwan. Pasalnya, negara-negara itu sudah mengaplikasikan teknologi memadai di setiap kelas praktikum. Sehingga, siswa tidak lagi kelimpungan karena sudah terbiasa.

"Kalau di USA, pelajaran sekolahnya sudah pakai alat canggih seperti kuliah jadi siap untuk ikut olimpiade, kalau sekolah kita kan jarang," terang dia.

Akan tetapi, keterbatasan bukanlah menjadi penghalang para siswa dalam negeri untuk terus maju berprestasi. Dari kacamatanya, Maria melihat pemerintah Indonesia sudah cukup baik memfasilitasi para siswa-siswi sekolah dari tingkat dasar hingga atas untuk ikut lomba-lomba di kancah internasional.

"Kalau dibandingkan negara lain, Indonesia sudah berada di tingkat rata-rata. Jadi ada negara yang lebih buruk dari Indonesia dan tidak mengakomodasi. Cukup baik saya rasa," tutur Maria.

Perempuan yang memiliki cita-cita sebagai dokter ini pun menyemangati para generasi muda bangsa untuk tidak mudah menyerah mengejar keberhasilan.

Jatuh bangun dalam prosesnya, kata Maria, merupakan hal biasa yang dialaminya. Tidak jarang pula, sebagian waktunya habis untuk mengejar ketertinggalan materi pelajaran di sekolahnya saat dia mengikuti pelatihan nasional (pelatnas) sebelum olimpiade. Sementara anak-anak seusianya asyik berkesempatan kongkow dari satu mall ke mall lainnya.

Namun dia tidak menyesali keadaannya. Justru dia sangat bersyukur karena diberi talenta dan kesempatan untuk terus mengembangkan diri saat mengikuti pelatnas, karena bisa memperdalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dari materi di sekolahnya.

"(Di pelatnas) Pelajaran 3 tahun dipadatin jadi seperti 6 bulan. Saat teman-teman lagi istirahat, aku belajar untuk kejar PR-PR sekolah selama ikut olimpiade," kata Maria.

Sebagai penghargaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengganjar para juara olimpiade dengan memberikan beasiswa penuh untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Di mana, medali emas akan mendapat beasiswa penuh sampai menempuh pendidikan hingga program doktoral (S3), medali perak sampai program pascasarjana (S2) dan medali perunggu sampai lulus program sarjana (S1).

Maria menyambut baik hadiah dari pemerintah Indonesia. Dia berharap proses kepengurusan beasiswa tersebut tidak berbelit nantinya.

"Katanya ada beasiswa sampai S3, saya berharap mudah ngurusnya," pungkasnya.



Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad mengaku bangga dengan prestasi tim Olimpiade Biologi Internasional yang berhasil membawa 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu ke Indonesia. Para peraih medali ini nantinya akan dihadiahkan beasiswa oleh pemerintah.

"Kita hadiahnya semua beasiswa ya. Kalau perunggu S1, kalau perak S2 dalam dan luar negeri. Kalau emas S3 dalam dan luar negeri," ujar Hamid kepada wartawan saat menyambut kepulangan tim Olimpiade Biologi tersebut di bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakbar, Minggu (24/7/2016).

Dia mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih 4 remaja tersebut. Dari medali yang diperoleh, Indonesia dianggap telah memenuhi target.

"Kami bersyukur Alhamdulilah 4 anak yang kami kirim semuanya dapat medali. Dapat 1 emas, 2 perak dan satu perunggu dari 68 negara yang bertanding. Kita mencapai target ya," kata dia.

Semua itu, lanjutnya, tak terlepas dari program pembinaan yang diberikan sebelum bertanding. Saat itu pula para siswa diseleksi hingga dipilih 4 orang untuk bertanding ke tingkat internasional. 

"Dari anak-anak kami di Olimpiade Sains Nasional (OSN), kami bina secara bertingkat masuk di training center di ITB, sekaligus seleksi. Tahap pertama di seleksi hingga tahap kedua yang menyisakan 15 orang, ini nanti tinggal separo. Tahap ketiga 4 orang. Nah, 4 orang yang terpilih kami berangkatkan," ujar Hamid.

Dari Olimpiade ini, dia berharap ke depannya pemerintah terus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengasah potensinya, hingga tak tertinggal jauh dari para pesaing mereka di seluruh dunia.

"Kami mengharapkan anak-anak muda yang punya potensi. Kalau tidak dikembangkan tidak dapat bertanding di tingkat internasional. Saya berharap mereka masuk ke kampus yang prestisius," harapnya.

Dalam Olimpiade yang berlangsung pada 17 hingga 23 Juli lalu di Hanoi, Vietnam, Indonesia berhasil meraih 4 medali. Keempatnya diraih oleh Wilson Gomarga dari SMAK IPEKA Sunter Jakarta, yang meraih medali emas, Robin Chandra dari SMAK 3 Penabur, Jakarta yang meraih medali Perak, Fatin Camilla Azhary SMAN 1 Kendal yang juga meraih medali perak, serta Andrea Laurentinus dari SMA 1 Sutomo, Medan, yang berhasil meraih medali perunggu.

POSMETRO INFO - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menuturkan aksi perploncoan merupakan warisan kolonialisme. Untuk itu pihaknya melarang aktivitas perploncoan berlangsung dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) saat ini.

"Siswa maupun siswi disekolahkan untuk belajar, beradab, meninggikan akal sehat. Untuk itu segala macam perploncoan dilarang, karena itu sisa praktik kolonial. Dan aksi itu terjadi di tempat yang tak merdeka," kata Anies di SMAN 8 Kota Bandung, Jalan Selontongan, Kota Bandung, Selasa (19/7/2016).

Menurut Anies, pendidikan anak tentu didapat di lingkungan rumah dan sekolah, sehingga untuk mendidik anak tentu diperlukan proses kolaborasi antara orangtua siswa dan guru. 

Dalam sambutannya tersebut, Anies juga mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang telah menginisiasi para orangtua untuk mengantarkan anak-anaknya di hari pertama sekolah.

Tak hanya aksi perploncoan dalam bentuk fisik, Anies mengatakan, aksi siswa senior yang mengarah pada upaya memermainkan siswa atau siswi baru juga turut dilarang.

"Pemberian tugas kepada siswa yang aneh seperti membawa kacang ijo berbutir-butir, tali rapia untuk ikat pinggang dan sebagainya. Itu tak lebih dari memermainkan siswa. Ini tentu harus dihilangkan dan diamankan di sekolah-sekolah," tambahnya.

Menurut Anies, para siswa tentu akan menjadi penerus para pemimpin saat ini, sehingga mereka harus tetap diarahkan menjadi pembelajar. Tak hanya mendapat nilai-nilai tinggi dalam sekolah, namin harus benar-benar mencintai kegiatan belajar dan ilmu pengetahuan.

"Anak-anak harus disiapkan sesuai zamannya. Ke depan tentu era baru, 30 tahun lagi Indonesia masuk usia 100 tahun dan merekalah yang akan menjadi nakhoda Indonesia," tandasnya. (sn)